SHARE

Ide Romantis 'Would You Marry Me?'

Cincin dalam kue keberuntungan
Indahnya cinta di kala Anda dan si dia berada di atas awan berdua. Indahnya momen saat si dia melamar Anda, menanyakan pada Anda dengan sungguh-sungguh dan tulus hati bahwa ia inginkan Anda menjadi istrinya. Momen yang tak terlupakan dan akan selalu ada di dalam ingatan Anda.

Yuk berbagi manisnya kenangan itu di sini.

Diana, 27 tahun, ice cream cinta si dia 
"Aku suka ice cream strawberry, dia tahu itu. Dan saat itu dia mengajak ke suatu cafe yang memang isinya semua menu strawberry. Wah pikirku ada apa ini, apakah ini sebuah permintaan maaf dia gara-gara dia terlambat kemarin? Ah tapi kok rasanya berlebihan ya. Namun aku melanjutkan makan malam bersamanya di situ. Suasananya menyenangkan dan romantis, beberapa menu dipesannya dan yang terakhir adalah menu ice cream strawberry berbentuk hati dengan sebuah ada susunan strawberry menjulang di atasnya dengan sebuah cincin manis tersemat di ujung. Aku langsung memerah dan saat itu aku tahu, ternyata aku dilamar."

Rani, 29 tahun, cincin dan mr Teddy bear 
"Di ulang tahunku yang ke-28 kemarin, ia memberikan kado yang sangat special. Boneka Teddy bear berbagai ukuran memenuhi ruang kerjaku hari itu. Untungnya bosku tak marah-marah malahan tersenyum geli melihatku bingung menyingkirkan semuanya dari mejaku. Tak lain dan tak bukan ini adalah ulah Joe, kekasihku. Dia memang selalu begitu, suka sekali mengerjaiku dan terkadang membuatku gemas hampir menangis. Satu per satu boneka Teddy itu aku masukkan ke dalam sebuah kardus besar hasil jarahanku di ruang OB. Dan boneka Teddy terkecil , terakhir, akan kumasukkan ke dalam kardus. Aku terhenyak dan menangis haru. Di leher Teddy tersebut terkalungkan sebuah cincin dan kartu 'Would you marry me'. Bagaikan berada di dalam sebuah film romantis aku tersipu dan menitikkan air mata. Seorang rekan kerjaku langsung bertepuk tangan diikuti ucapan selamat dari rekan lainnya dan tentu saja atasanku. Saat ini Joe sudah resmi menjadi suamiku, dan ya, ia tetap saja bandel suka mengerjai aku. I love you beib"[break]

Anita, 26 tahun, lilin-lilin kecil 
"Malam itu ia tak jadi datang ke rumah, katanya mendadak bosnya ingin agar ia kembali ke kantor, ada tugas yang harus ditanganinya saat itu juga. Aku jelas sebal karena hari itu adalah hari jadi kami. Dia berjanji akan datang dan membawaku makan malam di tempat yang sudah kami pesan. Jelas-jelas tempat sudah dipesan, tetapi dia sungguh tega membatalkan janji tersebut. Aku menangis sesenggukan, buat aku hari ini adalah hari penting karena selama ini kami menjalani hubungan long distance. Baru setahun ini kami akhirnya bisa berada di satu kota yang sama. Saat asyik menangis dan mengungkapkan kesebalanku pada bantal pink-ku, tiba-tiba ada yang mengetuk kamarku. Ternyata itu adalah mbak Yanti, dengan tergopoh-gopoh ia memintaku untuk mengikutinya ke bawah, katanya ada sesuatu yang gawat. Tak berpikir panjang akupun ikut berlari kecil di belakangnya, khawatir ada kejadian tak menyenangkan di rumahku. Dan betapa terkejutnya aku, seisi halamanku di penuhi dengan lilin kecil, yang jika dilihat dari atas bertuliskan 'i love you'. Rahardian, kekasihku yang katanya tak bisa datang tadi tiba-tiba muncul bersama beberapa malaikat kecil, keponakannya yang disuruhnya memakai kostum malaikat dan membawa bunga. Wow, seperti mimpi saja, aku mencubit tanganku keras-keras, dan yah rasanya memang sakit. Aku tidak percaya, tetapi aku bahagia, ternyata bisa juga ya pacarku romantis. Hari itu ia membawa serta sebuah cincin dan permintaan aku untuk menjadi istrinya."

Manda, 30 tahun, di balik kesusahan ada kebahagiaan 
"Aku terkapar di rumah sakit karena kecelakaan kecil yang aku alami 2 hari lalu saat akan berangkat bekerja. Untungnya luka-luka yang ku alami, tak sampai membuatku kehilangan bagian tubuhku. Beberapa jahitan memang akhirnya menghiasi kepala, tangan dan kakiku, tetapi aku tetap bersyukur aku bisa selamat dari kejadian naas itu. Malam itu agak sunyi, beberapa keluarga dan Nino, kekasihku belum datang, mungkin mereka sedang sibuk dengan aktivitas mereka, hanya adikku Maya yang menemaniku saat itu. Tak berapa lama lampu di kamarku tiba-tiba mati saat aku berusaha memejamkan mataku, aku kebingungan dan memanggil-manggil Maya yang sedang menerima telepon di luar kamar. Ia tak datang juga, jujur aku takut karena memang aku sangat takut berada di tempat gelap sendirian. Aku ingin bergegas keluar, tetapi untuk bangun dari tempat tidur saja susah. Beberapa derap kaki kemudian terdengar aku berharap itu adalah keluargaku atau suster. Ya benar, ternyata beberapa suster masuk ke ruanganku dengan membawa lilin. Anehnya buket bunga dan beberapa hadiah terbungkus rapi ada di tangan mereka. Kemudian muncul Nino dan keluargaku. Aku masih kebingungan ada apa sih ini. Dalam keadaan remang-remang kemudian Nino menghampiriku dan mencium keningku, ia pun berlutut layaknya di adegan film, dan menyematkan cincin di tanganku. Aku ingin bangun, tapi tubuhku terasa sangat berat. Wah ternyata momen yang baru aku alami adalah momen lamaranku. Aku menangis di dalam perihnya luka jahitan dan nyerinya tubuhku. Walaupun mungkin aku tak bisa membalas ciuman dan pelukan Nino, tetapi prosesi lamaran tersebut cukup manis dan takkan terlupakan."

Bagaimana dengan Anda, apakah Anda juga punya cerita romantis seperti itu? Yuk bagikan juga di sini melalui komentar Anda. (wo/bee)

KapanLagi.com - Oleh: Agatha Yunita

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...